Ibu yang melahirkan nya mempertaruhkan nyawa demi lahirnya buah hati yang diidam-idamkannya. Sang ayah sibuk menafkahi bagaimanapun cara agar sang Putri tumbuh dewasa dan berguna bagi keluarga. Tak tahu siang tak tahu malam pagi, belum melihat matahari terbit sudah turun dari rumah, bahkan malam matahari sudah terbenam masih dalam perjalanan pulang. Demi menghidupi keluarga dan wanita yang engkau nikahi sekarang.
Ketika ia dewasa sang anak dengan ikhlas, diberikan-nya kepadamu untuk kau persunting jadikan istri. bukannya melayani orang yang telah melahirkan dan membesarkannya. Namun melayani belahan jiwanya merelakan sisa separuh hidupnya untukmu.
Lihatlah istrimu dia bukannya seorang wanita yang lahir dan langsung dewasa, untuk bisa kau persunting.
Dia lahir oleh perjuangan, cucuran keringat dan ada darah, serta air mata.
Lalu pantaskah engkau maki-maki dia ketika dia melakukan suatu kesalahan kecil???
Di buku antologi ini banyak sekali pembelajaran yang bisa kita ambil hikmahnya....
No comments:
Post a Comment